GIS #2
GIS di pemerintahan bisa dilihat skema dibawah ini :
GIS di pemerintahan bisa dilihat skema dibawah ini :
Lukisan dibawah ini mengandung keganjilan dari sisi logika, tapi sangat realitistis dari sisi penggambarannya. Kuncinya di posisi horizontal yang digambarkan dengan kesan undakan atau tangga naik. Padahal posisinya naik terus yang mana pada lantai tersebut berada pada satu lantai yang nampak datar.
Gambar di bawah ini adalah croping bagian atas saja, bisa nampak bahwa terdapat posisi tangga naik meski berada pada bidang datar.
2 gambar berikut adalah permainan imajinasi tentang keberadaan gaya tarik gravitasi :
MBI Bandung turun dengan kekuatan penuh, ditambah 2 pemain dari Bogor. Selengkapnya :
1.Kang Ben Jufri Bogor
2.Ben Jufri Jr. Bogor
3.Kang Untung
4.Kang Okky
5.Kang Izal
6.Kang Eman
7.Kang Eko
8.Kang Pendi
9.Kang Marwan
PB KMJ (Kamis Malam Jumat) :
1.Yosnex
2.Mamat R
3.Yaya S
4.Susilo
5.Emron
6.Imam F
7.Ferdiansyah
Partai : MBI vs KMJ
1.Yosnex/Ben Jufri Jr. [0] vs Susilo/Imam F [1]
2.Untung/Ben Jufri [0] vs Mamat R/Yaya S [1]
3.Okky/Izal [1] vs Ferdianyah/Emron [0]
4.Eman/Eko [0] vs Yaya S/Susilo [1]
5.Marwan/Pendi [1] vs Mamat R/Imam F [0]
6.Okky/Ben Jufri [0] vs Yosnex/Yaya S [1]
Analisa pertandingan :
1.Secara umum, MBI cenderung main serang terlihat dari posisi yang lebih sering depan-belakang, sedangkan KMJ lebih sering main defense alias bertahan alias menunggu smash, dengan formasi kanan-kiri. Formasi kanan-kiri lebih cenderung bertahan dengan strategi rotasi, artinya tak ada pola statis yg servis diam didepan saja, begitu bola dalam posisi serang oleh lawan, langsung dibagi dua kanan-kiri sejajar, siap menghadang serangan lawan. Terbukti dari beberapa kali smash dari MBI bisa ditahan dan dikembalikan ke MBI lagi. Senjata utamanya adalah bertahan yang baik dan penempatan bola ke sisi-pojok kanan-kiri belakang.
2.Masalah scock yang sempat dikeluhkan oleh Kang Ben Jufri karena speednya lambat, alias ujung bulunya rounded. Sudah pakai rounded dipetik lagi, itulah yang biasa KMJ pakai. KMJ biasa pakai Saporete Pelangi 78 rounded. Kenapa pakai Saporete, karena yg terbaik & termurah. Untuk turnamen di Bandung sering pakai merk Saporete. Ketika tidak dipetik, maka speednya sangat sesuai dengan gaya KMJ yang biasanya dipetik.
3.Yang pasti faktor lapangan & adaptasi juga berpengaruh. Dalam posisi seimbang, pasti tuan rumah lebih diuntungkan karena kondisi lapangan yang telah akrab, termasuk faktor pencahayaan lapangan.
4.Sistem Kalah-Bayar yang belum familier di MBI, tapi di KMJ sudah biasa, sehingga berpengaruh pada semangat bertanding KMJ. Kalah berarti dua kehilangan, yaitu kehilangan kemenangan & kehilangan uang. Juga, bentuk perhargaan bagi sang Pemenang. Kang Marwan, Kang Pendi & Kang Izal, karena menang, ya gratis. Tapi bagi yang kalah, ya maaf saja, itulah sportivitas & bentuk apresiasi bagi sang pemenang. Saya sebut, sistem Reward-Punishment. Kalau sistem kalah atau menang tetap bayar, mainnya bisa aja gak semangat & asal main, cenderung apatis & tidak serius menghormati sistem pertandingan. Memang, sih ada resiko judi terselubung, kalau diteruskan dengan tehbotol-an atau pocarisweat-an. Turnamen juga mengajarkan, yang menang saja yang dapat hadiah.
Kendala atau hal yang perlu diperbaiki di masa datang :
1.Persiapan saya selaku tuan rumah cenderung apa adanya, tak ada persiapan sama sekali. Bahkan saya gak bilang ke teman-2 KMJ tentang lawan tanding kali ini. Karena biasanya bila tanggal merah atau libur kerja, KMJ sering sepi.
2.Tidak ada dokumentasi baik video ataupun fotografi. Karena saya menganggap ini hanya partai kecil. Kelasnya tidak sebesar MABAR MBI selama ini.
3.Jam atau interval waktu yang sempit. Hanya 3 jam. Memang jadwal yg saya punya hanya segitu, dan itu sudah saya informasikan sebelumnya. Idealnya, setiap pemain main minimal 2 kali. Maaf, bila susah nambah jam. Karena interval waktu tadi adalah untuk dilaksanakan. Dimana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Masing-masing GOR punya kekhasan masing-masing.
4.Mohon maaf bila kedatangan teman-teman MBI tidak mendapatkan sambutan yang baik. Saya selaku tuan rumah menyampaikan terima kasih atas kehadiran teman-teman MBI di GOR kami. Mohon maaf bila kurang berkenan.
Akhirnya, memang repotnya disini, kalau yang datang dan main banyak, kita main nya sekali. "Koq, mainku cuman sekali. Datang jauh-jauh, main sebentar", itu ada di pikiran kita kalau yang datang banyak. Seperti saya saat di MBI Wartawan dulu (saat banyakan 10 orang lebih). Tapi kalau gak ada yang datang, kadang kita mengharapkan kedatangan pemain lain. Intinya, banyak atau sedikit yang datang, itulah dinamika bulutangkis. Harus selalu bersyukur. Selaku panitia, saya siap, gak main, demi mendahulukan teman-teman, atau main beberapa kali bila yang datang sedikitan. Gak ada yang datang, saya oke-oke saja. Karena saya gak tahu bagaimana kondisi masing-2 teman-2 saya, mengenai kesibukan atau keperluan yang harus diprioritaskan. Tiap orang punya prioritas masing-masing, dan itu adalah hak pribadi masing-masing. Termasuk kebiasaan datang tepat waktu atau jam karet, itu adalah dinamika. Peran saya di PB KMJ sama dengan peran Kang Okky di MBI Bandung Wartawan. "Datang tidak disambut (siapa yg nyambut kalau datangnya selalu pertama), pulang tak diantar (lagian siapa yang ngantar, khan udah pada pulang duluan)".
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com